, ,

Suasana Khidmat Warnai Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Halaman Pemkot Metro

oleh -732 Dilihat

Bambu Runcing Modern: Wali Kota Metro Serukan Perjuangan Pemuda dengan Ilmu dan Integritas di Hari Sumpah Pemuda ke-97

Majalah Metro– Suasana khidmat menyelimuti halaman Kantor Pemerintah Kota Metro, pagi itu, Selasa (28/10/2025). Di tengah barisan rapi Forkopimda, pejabat, ASN, dan ratusan pelajar, Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, dengan penuh wibawa memimpin Upacara Bendera Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97. Lebih dari sekadar ritual seremonial, upacara ini menjadi ruang refleksi sekaligus penyematan tanggung jawab sejarah bagi generasi muda Kota Metro di era disruptif ini.

Mengangkat tema nasional “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, Wali Kota Bambang Iman Santoso, dalam amanatnya yang dibacakan, menegaskan sebuah paradigma baru tentang makna perjuangan. Ia menyampaikan pesan Menteri Pemuda dan Olahraga dengan penuh penghayatan, menyerukan semangat untuk meneladani keberanian para pemuda 1928.

“Jika dulu para pemuda kita berjuang dengan bambu runcing, maka pemuda masa kini harus berjuang dengan ilmu, kerja keras, dan kejujuran. Itulah bambu runcing modern yang akan membawa bangsa ini maju dan bermartabat,” tegas Wali Kota, seperti dikutip dari pidatonya.

Statemen tersebut bukan sekadar retorika. Ia adalah sebuah penjabaran konkret tentang bentuk patriotisme di abad ke-21. Dalam pandangannya, medan laga pemuda hari ini telah bergeser dari physical warfare menjadi intellectual and moral warfare. Tantangannya bukan lagi kolonialisme fisik, melainkan arus informasi global, disrupsi teknologi, dan persaingan sumber daya manusia yang ketat.

Dari Sumpah Pemuda 1928 ke Sumpah Pemuda Digital

Wali Kota mengakui kompleksitas tantangan yang dihadapi generasi Z dan Alpha. Di tengah gempuran hoaks, polarisasi, dan budaya instan, nilai-nilai Sumpah Pemuda justru lebih relevan daripada sebelumnya.

“Pemuda hari ini harus menjadi garda depan dalam menjaga persatuan, bukan malah terpecah oleh perbedaan. Gunakan teknologi untuk membangun, bukan untuk memecah belah,” pesannya, sebuah seruan yang terasa sangat aktual di tengah kehidupan masyarakat digital yang rentan terhadap perpecahan.

Suasana Khidmat Warnai Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Halaman Pemkot Metro
Suasana Khidmat Warnai Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Halaman Pemkot Metro

Baca Juga: Pemerintah Kota Metro Tegaskan Komitmen Meritokrasi dalam Seleksi Terbuka JPT Pratama

Ajakan ini menegaskan bahwa semangat “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa” harus diterjemahkan menjadi kekuatan kolaboratif untuk menjawab tantangan zaman. Persatuan tidak lagi sekadar berkumpul dalam satu ruang, tetapi bersinergi dalam satu visi memajukan Indonesia melalui inovasi dan produktivitas.

Semangat yang Ditanamkan, Prestasi yang Dihargai

Upacara yang berlangsung khidmat itu tidak hanya berisi pesan-pesan motivasi. Sebagai bentuk apresiasi terhadap kiprah nyata, Wali Kota Metro juga memberikan penghargaan secara simbolis kepada sejumlah pemuda pelopor Kota Metro. Momen ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Kota tidak hanya menuntut, tetapi juga melihat dan menghargai setiap kontribusi nyata pemuda dalam membangun daerah.

Suasana antusiasme terpancar dari para peserta upacara, salah satunya adalah Dwi Ananda, siswa SMA Negeri 2 Metro. Baginya, pesan Wali Kota bukan sekadar kata-kata, melainkan sebuah pencerahan.

“Kami jadi sadar bahwa perjuangan sekarang bukan lagi berperang, tapi bagaimana bisa bermanfaat lewat prestasi dan sikap jujur,” ujar Dwi, mewakili suara hati banyak pemuda yang hadir. Pernyataan sederhana ini mencerminkan internalisasi nilai bahwa kontribusi bisa dimulai dari ruang lingkup terdekat: sekolah, komunitas, dan lingkungan sosial.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.